Tampilkan postingan dengan label Pulau dewata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pulau dewata. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 April 2016

12 TRADISI UNIK MASYARAKAT BALI YANG MASIH BERTAHAN DI ERA MODERN

Perkembangan jaman di era modern seperti sekarang sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, gaya hidup, dan pastinya pengaruh dari dunia barat yang sedikit demi sedikit mengikis budaya lokal kita di belahan timur khususnya di pulau dewata Bali. tapi jangan salah, berkat keteguhan hati dan niat yang tulus dari masyarakat Bali untuk menjungjung tinggi nilai nilai kebudayaan peninggalan para leluhur dan berikut admin akan mengulas 12 tradisi leluhur yang unik di Bali dan masih bertahan sampai sekarang.
Berikut adalah ke dua belas tradisi unik tersebut antara lain:

1. Tradisi Perang Pandan atau Makere kere


Perang pandan adalah salah satu tradisi yang ada di Desa Tenganan, Kecamatan Karangasem, Bali.
Perang pandan juga disebut dengan istilah makere-kere.
Peran pandan merupakan salah satu tradisi yang dilakukan untuk menghormati dewa Indra atau Dewa perang, Perang pandan merupakan bagian dari ritual Sasihh Sembah. Sasih sembah ialah ritual terbesar yang ada di Desa Tenganan.
Upacara perang pandan dilaksanakan di Desa Tenganan. Tenganan adalah salah satu desa tertua yang ada di pulau Bali. Perang pandan dilakukan setiap bulan kelima atau sasih kalima dalam penanggalan desa adat Tenganan. Ritual perang pandan berlangsung kurang lebih selama dua hari berturut-turut. Upacara ritual ini dilakukan setiap satu tahun sekali.
Tradisi perang pandan, dilakukan dengan menggunakan pandan berduri sebagai alat atau senjata untuk berperang. Pandan berduri yang digunakan adalah pandan yang sudah diikat sehingga berbentuk seperti gada. Peserta perang pandan juga sebuah tameng. Tameng tersebut digunakan untuk melindungi diri dari serangan lawan. Tameng yang digunakan pada perang pandan terbuat dari rotan yang dianyam.
Perang pandan diiringi musik gamelan seloding. Seloding adalah alat musik di daerah Tenganan yang hanya boleh dimainkan oleh orang yang disucikan. Alat musik ini juga tidak sembarangan dimainkan, melainkan hanya pada acara tertentu saja. Alat tersebut memiliki pantangan yang tidak boleh dilanggar yaitu tidak boleh menyentuh tanah.

Sabtu, 02 April 2016

PAKET LIBURAN KE BALI 3D2N FULLBOARD

Menjalani rutinitas yang padat apalagi anda berada di kota yang besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota kota besar lainnya dimana keseharian anda selalu dipenuhi dengan target kerja yang deadline, tekanan dari perusahaan serta situasi lingkungan yang padat serta kemacetan pastinya membuat pikiran dan tubuh anda lelah, dengan berbekal keadaan seperti itu kami hadirkan paket yang bisa menawarkan moment atau suasana yang nyaman untuk sekedar merelaksasi pikiran dan tubuh anda agar selalu fresh dan segar menghadapi situasi kerja yang padat.


Dengan paket 3 hari 2 malam fullboard anda tinggal datang ke Bali, kami jemput anda di bandara, duduk manis di mobil dengan driver yang ramah dan pastinya memberikan informasi unik dan menarik tentang pulau Bali baik dari alamnya yang indah, masyarakatnya yang ramah, budayanya yang kental serta tradisi yang pasti sangat seru untuk anda ketahui.
Dengan paket ini kami juga memfasilitasi anda mulai dari akomodasi selama di Bali, transport serta driver yang ramah, objek wisata yang pastinya asik dan menarik untuk anda kunjungi, hingga tempat makan yang enak dan nyaman semuanya kami persiapkan untuk anda, jangan anda tidak pusing lagi harus membayar ini itu ketika berlibur ke Bali, kecuali untuk kebutuhan pribadi anda mungkin diperlukan biaya extra dari anda pribadi.
Sekarang tentukan kapan anda mau ke Bali dan segera pesan tiket pesawatnya, jika anda sudah memesan tiket pesawatnya segera hubungi kami dan pastinya kami akan sangat senang melayani anda selama berlibur ke Bali.
Nah tunggu apa lagi, segera lakukan reservasi ke kami dan tentukan kebutuhan liburan anda dengan beragam pilihan akomodasi yang telah kami persiapkan untuk anda nikmati baik bersama teman maupun keluarga.

Selasa, 11 November 2014

Hari Raya Nyepi - Perayaan Tahun Baru Caka Untuk Umat Hindu di Bali

Nyepi adalah hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun Baru Saka. Hari ini jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup. Untuk itu umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap mereka.
Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi. Tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara Internasional pun tutup, namun tidak untuk rumah sakit.

Tiga atau dua hari sebelum Nyepi, umat Hindu melakukan Penyucian dengan melakukan upacara Melasti atau disebut juga Melis/Mekiyis. Pada hari tersebut, segala sarana persembahyangan yang ada di Pura (tempat suci) diarak ke pantai atau danau, karena laut atau danau adalah sumber air suci (tirta amerta) dan bisa menyucikan segala leteh (kotor) di dalam diri manusia dan alam.

Sehari sebelum Nyepi, yaitu pada "tilem sasih kesanga" (bulan mati yang ke-9), umat Hindu melaksanakan upacara Buta Yadnya di segala tingkatan masyarakat, mulai dari masing-masing keluarga, banjar, desa, kecamatan, dan seterusnya, dengan mengambil salah satu dari jenis-jenis caru (semacam sesajian) menurut kemampuannya. Buta Yadnya itu masing-masing bernama Pañca Sata (kecil), Pañca Sanak (sedang), dan Tawur Agung (besar). Tawur atau pecaruan sendiri merupakan penyucian/pemarisuda Buta Kala, dan segala leteh (kekotoran) diharapkan sirna semuanya. Caru yang dilaksanakan di rumah masing-masing terdiri dari nasi manca (lima) warna berjumlah 9 tanding/paket beserta lauk pauknya, seperti ayam brumbun (berwarna-warni) disertai tetabuhan arak/tuak. Buta Yadnya ini ditujukan kepada Sang Buta Raja, Buta Kala dan Batara Kala, dengan memohon supaya mereka tidak mengganggu umat.

Mecaru diikuti oleh upacara pengerupukan, yaitu menyebar-nyebar nasi tawur, mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesiu, serta memukul benda-benda apa saja (biasanya kentongan) hingga bersuara ramai/gaduh. Tahapan ini dilakukan untuk mengusir Buta Kala dari lingkungan rumah, pekarangan, dan lingkungan sekitar. Khusus di Bali, pengrupukan biasanya dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Buta Kala yang diarak keliling lingkungan, dan kemudian dibakar. Tujuannya sama yaitu mengusir Buta Kala dari lingkungan sekitar.

Pada hari raya Nyepi suasana seperti mati. Tidak ada kesibukan aktivitas seperti biasa. Pada hari ini umat Hindu melaksanakan "Catur Brata" Penyepian yang terdiri dari amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). Serta bagi yang mampu juga melaksanakan tapa, brata, yoga, dan semadhi.
Demikianlah untuk masa baru, benar-benar dimulai dengan suatu halaman baru yang putih bersih. Untuk memulai hidup dalam tahun baru Caka pun, dasar ini dipergunakan, sehingga semua yang kita lakukan berawal dari tidak ada,suci dan bersih. Tiap orang berilmu (sang wruhing tattwa jñana) melaksanakan brata (pengekangan hawa nafsu), yoga (menghubungkan jiwa dengan paramatma (Tuhan)), tapa (latihan ketahanan menderita), dan samadi (manunggal kepada Tuhan, yang tujuan akhirnya adalah kesucian lahir batin).
Semua itu menjadi keharusan bagi umat Hindu agar memiliki kesiapan batin untuk menghadapi setiap tantangan kehidupan pada tahun yang baru.





Jumat, 24 Oktober 2014

9 Pernak Pernik Khas Bali Untuk Mempercantik Ruangan Rumah Anda.

Mau menciptakan suasana khas Bali dirumah anda, sudah kebayang barang barang apa saja yang anda butuhkan untuk menciptakan suasana tersebut?
Maka simaklah 9 pernak pernik khas bali untuk dekorasi rumah anda seperti:

1. Lukisan Khas Bali
Lukisan khas bali sangat banyak dicari oleh orang karena bentuknya yang sangat unik dan pengerjaannya sangat rapi sehingga menghasilkan Lukisan bali yang mengandung nilai seni yang sangat tinggi. Lukisan khas bali menjadi sangat terkenal di dunia karena dikerjakan dengan penuh perasan. Sangat beda dengan lukisan yang lainnya yang dikerjakan berdasarkan borongan, sehingga hasil lukisannyapun menjadi asal-asalan.
Lukisan khas bali sangat cocok untuk anda yang ingin mendapatkan kepuasan dalam hal seni. Mengapa saya menganjurkan lukisan khas bali?Adabeberapa alas an yang perlu anda ketahui. Pertama karena Lukisan khas bali itu sangat langka, anda hanya bisa mendapatkan lukisan ini di PulauBali, Jika anda mendengar lukisan khas bali tapi di jual oleh orang luar bali, perlu anda pertanyakan kebenarannya. Yang kedua karena Lukisan khas bali memiliki nilai seni yang sangat tinggi. Kalau anda jual akan bernilai tinggi jadi lukisan bali ini sangat baik untuk investasi juga. Banyak orang yang sengaja mengkoleksi lukisan khas bali hanya untuk menambah nilai seni yang ada di dalam lukisan tersebut, nanti kalau sudah bertahun-tahun harga dari lukisan khas bali ini akan semakin tinggi.


2. Patung Kayu Khas Bali
Seperti yang sudah pernah saya tulis dalam blog ini, bahwa patung khas bali sangat banyak peminatnya, jenisnya dan bentuknya pun beragam dan yang paling penting memiliki nilai seni yang sangat tinggi. Benda ini bisa anda taruh di ruang tamu, ruang keluarga ataupun di kamar pribadi anda sendiri, disesuaikan dengan bentuk dan besarnya patung yang akan anda pajang di rumah anda. Tapi yang pasti benda ini harus anda letakkan di dalam rumah.


3. Patung Batu Khas Bali
Sama halnya dengan patung kayu khas Bali, patung ini memiliki bentuk dan jenis yang beragam, mengandung unsur seni yang tinggi dan sangat diburu oleh dunia.
Sudah banyak karya seniman Bali di eksport ke luar negeri dan jangan kaget jika suatu saat nanti anda berpergian ke luar negeri akan menemukan patung khas Bali disana. Untuk benda yang satu ini lebih harmoni jika anda taruh di luar ruangan, di teras maupun di taman, kondisikan dengan bentuk dan ukuran patung agar rumah anda lebih indah.


4. Pernak Pernik Limbak Kaca dari Bali
Mungkin kedengarannya terasa aneh karena dalam pikiran anda bagaimana limbah kaca bisa digunakan sebagai salah satu dekorasi rumah anda yang cantik dan menawan. Inilah hebatnya pulau Bali, selalu bisa menghadirkan sesuatu yang unik dan menarik. Kerajinan ini akan sangat menarik dengan design yang unik dan bisa diletakkan di dalam ruangan seperti ruang tamu atau ruang keluarga anda.


5. Kipas Khas Bali untuk Dekorasi Dinding
Selain lukisan, benda ini bisa juga digunakan sebagai hiasan dinding yang cantik, beragam warna dan corak akan membuat ruangan rumah anda semakin cantik dan menawan.

6. Layangan Khas Bali
Biasanya layangan digunakan sebagai sarana kreasi anak anak, tetapi anda bisa menempatkan pernik ini dinding ruangan anda, dengan design burung garuda serta warna yang beragam akan membuat ruangan anda semakin meriah dan menawan, sangat disarankan untuk memilih ukuran layamngan yang sesuai dengan besar ruangan anda supaya dekorasi semakin kelihatan harmonis dan menarik.


7. "Pajeng" adalah Payung Khas Bali
Secara umum, payung digunakan untuk melindungi manusia dari air hujan.  Tapi di Pulau Dewata Bali ini, payung melambangkan upeti dan undangan untuk para dewa dan nenek moyang untu turun ke bumi. Seperti misalnya payung khas bali tidaklah hanya kita lihat berada di candi-candi, tapi juga menghiasi hotel, restoran dan bahkan di berbagai tempat. Payung yang disebut Pajeng ini tidak hanya berwarna cerah tapi juga memiliki motif - motif tersendiri. Anda bisa menempatkan payung ini di teras rumah atau di dalam ruangan, sesuaikan dengan konsep yang telah anda siapkan. Dijamin rumah anda semakin terasa khas pulau dewata Bali.


8. "Ingke" Merupakan Piring Khas Orang Bali
Ingke adalah piring yang terbuat dari lidi daun kelapa atau lidi daun lontar yang dianyam sedemikian rupa menyerupai sebuah wadah yang bisa digunakan sebagai piring makan, akan tetapi anda membutuhkan alas untuk diatas ingke tersebut, anda bisa mempergunakan daun pisang atau kertas minyak untuk makan. Ingke bisa anda pergunakan untuk menyajikan kue atau camilan ketika ada tamu yang berkunjung kerumah anda. Unik bukan..?


9. Aroma Therapi Khas Bali
Nah dari sekian benda benda yang manarik untuk mempercantik ruangan dirumah anda, jangan lupakan benda yang satu ini, setelah pernak pernik diatas tertata dengan menarik dan indah, kini saatnya anda mempertajam suasana khas Balinya dengan parfum khas bali, serasa berada di tempat spa Bali, ruangan anda akan semakin nyaman, wangi dan membuat anda betah untuk bersantai diruangan ini. Anda bisa tempatkan alat ini di ruangan tamu, kamar mandi atau di kamar anda sendiri, sesuaikan aromanya sesuai dengan ruangan.


Sekarang giliran anda untuk berkreasi dan menentukan sendiri pernak pernik mana yang akan anda pilih untuk mempercantik ruangan rumah anda, ciptakan rumah yang nyaman untuk keluarga tercinta anda dan semuanya itu dengan dekorasi khas pulau Bali.
Selamat mencoba dan berkreasilah sesuai dengan imajinasi anda dan keluarga.




Selasa, 07 Oktober 2014

Sate Lilit Satenya Pulau Dewata Bali

Dari sekian banyak kuliner khas Bali, sate lilit merupakan salah satu andalan yang patut untuk dicoba. Sate lilit awalnya merupakan hidangan khas dari daerah Klungkung. Meski demikian, hidangan ini sekarang mudah ditemukan di banyak lokasi di seputar Bali, seperti Denpasar, Badung, dan Gianyar. Karena itulah, sate lilit telah menjadi kuliner khas dari Bali, selain babi guling dan lawar.
Dibanding sate-sate yang dapat ditemui di berbagai daerah, sate lilit memiliki keunikan tersendiri. Sate yang umumnya ditemukan berupa potongan-potongan daging yang ditusukkan dengan sebuah tusuk. Sementara, sate lilit lebih menyerupai gumpalan adonan yang membalut tusuk sate. 
Sate lilit terbuat dari daging yang dilumatkan menjadi adonan. Adonan ini lalu dibumbui dan dibakar hingga mengeluarkan aroma harum yang khas. Aroma kunyit dan serai yang dominan menjadi pemikat untuk mencicipi kuliner ini. 

Keunikan lainnya, meski tidak dihidangkan bersama bumbu kacang seperti sate ayam atau kambing, rasa pedas dari bumbu-bumbu yang meresap di dalam adonannya dijamin membuat lidah Anda menari.
Rasa pedas dalam sate lilit berasal dari campuran berbagai bumbu yang dicampurkan ke dalam adonan. Bumbu-bumbu tersebut antara lain terdiri bawang merah, bawang putih, serai, dan daun jeruk. Campuran berbagai bumbu tersebut menghasilkan rasa pedas, manis, dan gurih dengan sentuhan rempah yang akrab di lidah masyarakat Indonesia. 

Sementara, daging yang biasanya dijadikan bahan untuk sate lilit adalah daging ikan laut seperti tuna. Bagi yang tidak menyukai daging ikan, beberapa penjaja sate lilit juga menyediakan sate lilit yang dibuat berbahan daging ayam. 
Karena berbahan dasar daging ikan, panganan yang satu ini aman dikonsumsi oleh semua umat beragama. 
Sate lilit biasanya disajikan bersama beberapa jenis hidangan lainnya. Hidangan yang biasa menjadi pendamping sate lilit antara lain sate tuna dan pepes tuna. Ditemani nasi hangat dan sambal matah yang nikmat, hidangan sate lilit akan terasa semakin lengkap dan mantap.






Senin, 06 Oktober 2014

12 Jenis Jajanan Khas Bali yang Musti Anda Coba ketika Berlibur ke Bali

Bali yang kaya akan pesona keindahan alam dan pantainya, bagi beberapa orang yang pernah berkunjung kesana, tentu merasa amat sangat disayangkan jika melewati dan mencicipi sajian hidangan negeri Pulau Dewata pula. Selain menjelajah alam Bali yang menawan sambil mempelajari budaya Bali yang masih kental, mencicipi kuliner khas Bali pun menjadi agenda tersendiri bagi para wisatawan. Kuliner Bali yang beragam ini memanjakan lidah para turis dan wisatawan lokal yang datang.
Berikut kami akan berikan beberapa info jenis Jajanan khas bali yang perlu anda coba seperti :

1. Jaje Godoh
Semua orang Bali atau yang pernah tinggal di Bali pasti tahu dengan jajanan yang satu ini. Jajanan yang biasa dijual di pasar atau di warung-warung ini sangat pas untuk teman minum kopi di pagi hari. Di daerah lain jajanan satu ini dikenal dengan nama PISANG GORENG.



2. Jaje Lempog
Jeje lempog bisa kita temukan di pasar tradisional. Jajanan yang terbuat dari singkong dan gula merah ini di Jawa terkenal dengan nama GETUK. Ada lagunya lho.... 'Getuk asale seko telo' (getok terbuat dari singkong).



3. Jaje Laklak
Jajanan yang terbuat dari tepung beras ini dimakan dengan parutan kelapa dan gula merah cair. Rasanya mmmpuk dan lezat. Ternyata saya pernah menjumpai makanan yang mirip dengan jaje laklak, namanya SURABI. Bedanya kalau Surabi ada bermacam-macam rasa seperti Surabi keju, surabi susu, surabi coklat, Surabi oncom dan masih banyak lagi. Sedangkan kalau jaje laklak hanya satu versi yaitu Laklak dengan parutan kelapa dan gula merah.



4. Jaje Uli
Jajanan yang satu ini terbuat dari tepung ketan. Jaje uli banyak ditemukan pada saat ada hari raya umat hindu seperti hari raya galungan. jaje uli enaknya dimakan dengan tape ketan. Ternyata di daerah Jawa ada juga jajanan yang sama dengan jaje uli terbuat dari tepung ketan namanya JADAH.



5. Jaje Sumping
Sumping adalah jajanan yang terbuat dari tepung beras berisi pisang didalamnya, dibungkus dengan daun pisang kemudian dikukus. Selain sumping pisang ada juga sumping yang terbuat dari labu (waluh). Kalau di daerah Jogja sumping pisang diberi nama NOGOSARI.



6. Jaje Giling
Jaje giling adalah jajanan yang terbuat dari tepung kanji alias aci diberi pewarna merah kemudian di pilin dan di masukkan kedalam air panas. Jaje giling ini biasanya disajikan dengan kelapa parut dan gula pasir atau gula merah cair. Ternyata di daerah Bandung saya pernah menjumpai jajanan seperti ini tapi entah apa namanya.



7. Jaje Klepon
Jajanan yang terbuat dari tepung ketan ini berbentuk bulat kecil dan berisi gula merah didalamnya. Klepon harus dimakan sekaligus, karena jika anda gigit sedikit demi seidkit, gula merahnya akan keluar dan mengotori tangan atau baju anda. Ternyata di Bandung dan Jogja juga ada jaje klepon dan namanya juga sama KLEPON.



8. Pisang Rai
Kue ini adalah salah satu kue tradisional Bali yang sudah turun temurun. Biasa disantap sebagai teman minum kopi di sore hari. Dipilih pisang tanduk yang cukup tua agar rasanya legit. Pisang dibungkus adonan tepung beras kemudian direbus hingga matang dan langsung dibalut kelapa parut.



9. Jaje Bendu
Sangat mirip kue lupis, namun lapisan tepung ketan dibuat sangat tipis sehingga lebih dominan rasa intinya. Jika kue lupis diguyur saus gula merah dengan kelapa sementara jaja bendu ‘menyimpan’ campuran kelapa dan gula merah di dalamnya. Biasanya dibuat untuk keperluan upacara keagamaan atau upacara perkawinan sebagai sajian, namun sekarang kue ini sudah banyak dibuat untuk dijual sebagai kue jajanan pasar.



10. Jaje Kaliadrem
Banyak yang bilang, inilah pretzel ala Bali. Sekilas memang mirip pretzel, karena terdapat lubang pada kue yang terkadang jumlahnya satu sampai tiga buah. Umumnya kue kaliadrem dibentuk seperti donat mini atau berbentuk segitiga. Namun belakangan banyak pembuat kue kaliadrem sengaja meniru bentuk pretzel agar mudah diterima turis asing. 



11. Jaje Begina
Jaje begina, terbuat dari beras ketan asli. Di Bali, warga membuatnya menjelang perayaan upacara keagamaan seperti Galungan, Kuningan dan sebagainya. Jaje Begina berbentuk bulat umumnya dibuat berdiameter antara 7-12 Cm dengan ditambah bulatan merah di tengahnya. Sekilas nampak seperti “bola mata”. Saya meyakininya, Jaje Begina memiliki makna filosofis-penghormatan semesta raya.



12. Jaje Batun Bedil
Bentuknya bulatan-bulatan pipih. Rasanya kenyal gurih diselimuti adonan encer dari gula merah. Taburan kelapa parut yang gurih dan wangi membuat rasanya makin enak.
Nama batun bedil alias batu bedil atau peluru karena bentuknya mirip dengan peluru.


Itulah 12 jenis jajanan khas Bali yang musti anda cari dan coba serta rasakan kelezatannya jika berkunjung ke Bali, Untuk mendapatkan semua jajanan ini mintalah bantuan dari Bli Wayan untuk mengantarnya karena jajanan ini jarang di jual di tempat wisata. Sebenarnya masih banyak jenis jajanan yang lain dan akan kami tampilkan di post berikutnya.

Keunikan dari Kerta Gosa Klungkung - Bali

Kertagosa salah satu objek wisata yang terletak di tengah - tengah Kota Kabupaten Klungkung, Bali, kira-kira 40 km ke arah timur dari Denpasar. Kertagosa pertama kali di bangun awal abad ke 18 oleh Raja yang bernama Dewa Agung Gusti Sidemen dan merupakan tempat pembahasan segala sesuatu bertalian atau berkaitan dengan situasi keamanan, kemakmuran serta keadilan wilayah kerajaan berpusat di Gelgel. Kerta Gosa pernah diperbaiki pada tahun 1920 dan tahun 1960. 
Langit-langit Kertha Gosa dicat dengan gaya tradisional Bali yang disebut wayang, yang berarti "bayangan sosok". Lukisan dalam gaya wayang terkait erat dengan bayangan seni teater, yang berkaitan dengan Mahabharata dan Ramayana cerita. Gaya lukisan wayang telah setia diwariskan sampai saat ini untuk mencerminkan warisan Hindu-Jawa Bali dalam ikonografi dan konten tradisional. Ikonografi yang digunakan banyak dalam budaya Bali. Ikonoklasme digunakan karena masyarakat Bali ingin mewakili hal-hal melalui gambar dan bayangan hidup. Dalam lukisan, status sosial dapat digambarkan dengan posisi hirarkis dari karakter, ukuran tubuh mereka, sisi di mana mereka ditempatkan (kiri atau kanan TKP). Dalam cerita Bhima Swarga patung Siwa, dewa Surga yang paling menonjol, lebih besar dan lebih dominan dari dewa yang lainnya. Juga, Bhima mengalahkan semua manusia lainnya dalam cerita. Hamba dari Bhima ini adalah Twalen dan Mredah biasanya muncul berdampingan. Usia dan kelas sosial juga berperan dalam penempatan lima bersaudara Pandawa. Bhima, karena kekuasaannya secara fisik, tubuhnya yang besar dan kekar selalu siap untuk bertempur. Seluruh tubuh Bhima dibungkus dengan kain atau sarung hitam dan putih dimana materi yang digunakan ini diyakini memiliki kualitas pelindung sihir. 
Wisatawan saat liburan dan ingin menikmati peninggalan sejarah jaman jayanya kerajaan Waturenggong, cobalah berkunjung dan tour ke sini, anda bisa juga sewa mobil , kalau dari bandara ambil jurusan ke Timur lewat jalan Ida Bagus Mantra, belok ke Utara menuju pusat kota.
Objek wisata Kertagosa terdiri dari dua buah bangunan (bale) yaitu Bale Kerta Gosa dan Bale Kambang. Disebut Bale Kambang karena bangunan ini dikelilingi kolam yaitu Taman Gili. Keunikan Kerta Gosa juga bangunan Bale Kambang ini adalah pada permukan plafon atau langit-langit bale ini dihiasi lukisan tradisional (gaya wayang). Fungsi dari kedua bangunan terkait erat dengan fungsi pendidikan lewat lukisan-lukisan wayang, kisahnya dipaparkan pada langit-langit bangunan. Cerita dalam lukisan tersebut adalah berisi tentang Tantri kemudian tentang cerita Bima Swarga yang banyak sekali memperlihatkan ajaran mengenai hukum karma phala, serta cerita tentang penitisan kembali (reinkarnasi) ke dunia karena perbuatan dan dosa-dosanya.
Jadi yang mendominasi cerita di atap bale ini adalah tentang perbuatan kharma pala sehingga bale ini pada waktu kerajaan dulu di fungsikan untuk pengadilan. Tak kalah  menarik kursi peninggalan jaman kerajaan, sudah sempat direnovasi masih tertata rapih seperti bagaimana posisinya pada jaman kerajaan dulu.
Daya tarik dari balai Kerta Gosa ini adalah di langit-langit bangunan terdapat lukisan-lukisan wayang, memiliki cerita tentang kehidupan sehari-hari, wejangan/ petuah, hukum karma phala, ramalan gempa dan filsafat hidup. Di samping balai Kerta Gosa terdapat banguan dikelilingi oleh kolam bernama Taman Gili.
Suasana kerajaan sangat terasa di tempat ini, semua tertata rapih dan bersih. Tentunya kepedulian Pemda setempat untuk merawat salah satu tempat yang bersejarah di pulau Bali.
Lukisan-lukisan wayang yang ada berada di langit-langi bangunan Kertagosa adalah merupakan hasil karya seni klasik gaya Kamasan, bahkan sampai sekarang desa Kamasan masih melestarikan gaya seni lukis tradisional ini. Desa tersebut terletak 4 km sebelah Selatan kota Smarapura ini, perkembangan seni lukisnya memang diakui serta dicintai oleh raja Waturenggong yang memerintah Gelgel pada saat itu, sehingga warisan seni lukis dari jaman kerajaan tersebut masih bisa kita temukan di Kertagosa. Sebagai warisan budaya.
Pulau Dewata ini seperti mutiara kecil, memancarkan aura sinar begitu mempuni menarik minat para wisatawan untuk tidak bosan-bosannya mengeksplorasinya. 



Jumat, 03 Oktober 2014

Pengerajin Uang Kepeng di Desa Kamasan Klungkung - Bali

Kamasan, sebuah desa di Kecamatan dan Kabupaten Klungkung, Bali, tidak hanya terkenal karena corak lukisan kuno khasnya, namun Kamasan kini juga terkenal dengan industri uang kepeng Kamasan. Uang kepeng, disebut juga pis bolong, banyak digunakan sebagai perangkat upacara adat di Bali.
Uang kepeng sangat dekat dengan kehidupan masyarakat di Bali. Uang dengan lubang di tengahnya itu diduga masuk ke Bali sejak abad ke-7 pada era Dinasti Tiang berkuasa di dataran Tiongkok. Saat itu. di Bali, uang tersebut berfungsi sebagai alat tukar. Belakangan, seperti yang tersurat dalam prasasti Sukawana yang berangka tahun 882 Masehi, uang kepeng ditengarai telah mempunyai fungsi sebagai sarana upacara agama Hindu di Bali. Dari jenisnya, uang kepeng yang beredar di Bali merupakan produksi China, Korea, Jepang dan Indonesia sendiri.
Pada zaman dahulu uang kepeng merupakan satuan terkecil sehingga paling mudah untuk menentukan jumlah satuan baik sebagai alat tukar maupun sebagai sarana upacara. Namun kini, karena jenis uang itu semakin langka, dalam beberapa hal nilai uang itu kerap diganti dengan koin yang berlaku saat ini sesuai dengan nilai tukarnya.

Sejak 2002 Pemerintah Provinsi Bali melakukan upaya untuk melestarikan produksi uang kepeng. Produksinya dipusatkan di desa Kamasan, Klungkung, sekitar 40 kilometer dari Kuta. Sejak saat itu, uang kepeng diproduksi secara rutin. Selain untuk memenuhi kebutuhan sarana upacara, juga sebagai suvenir. Dalam sehari sedikitnya 5 ribu keping uang kepeng diproduksi di desa itu. Harga satu kepingnya relatif murah, yakni Rp 700.
Jenis-jenis suvenir yang berbahan uang kepeng ini sangat beragam, antara lain liontin, gelang tamiang (perisai), patung, dan berbagai bentuk miniatur rumah. Kisaran harga suvenir tersebut antara Rp 25 ribu sampai Rp 7,5 juta.

Selasa, 30 September 2014

Upacara Tradisional Omed - Omedan Sesetan - Bali

Omed-omedan adalah upacara yang diadakan oleh pemuda-pemudi Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar yang diadakan setiap tahun. Omed-omedan diadakan setelah Hari Raya Nyepi, yakni pada hari ngembak geni untuk menyambut tahun baru saka. Omed-omedan berasal dari bahasa Bali yang artinya tarik-tarikan. Asal mula upacara ini tidak diketahui secara pasti, namun telah berlangsung lama sejak nenek moyang dan dilestarikan secara turun temurun. Omed-omedan melibatkan sekaa teruna teruni atau pemuda-pemudi yang berumur 17 hingga 30 tahun dan belum menikah. Prosesi omed-omedan dimulai dengan persembahyangan bersama untuk memohon keselamatan. Usai sembahyang, peserta dibagi dalam dua kelompok, laki-laki dan perempuan. Kedua kelompok tersebut mengambil posisi saling berhadapan di jalan utama desa. Dua kelompok Setelah seorang sesepuh memberikan aba-aba, kedua kelompok saling berhadapan. Peserta upacara ini terdiri dari 40 pria dan 60 wanita. Sisa peserta akan dicadangkan untuk tahap berikutnya. Cara omed-omedan ini adalah tarik-menarik menggunakan tangan kosong antara pria dan wanita dan disirami air. Upacara ini dilakukan hingga jam 17.00 waktu setempat.
Di tahun 1980-an karena adanya pengaturan, penataan dan pembinaan terhadap Umat Hindu secara professional oleh Parisada Hindu Dharma pusat, Hari Nyepi dilaksanakan selama 24 jam (dari pagi sampai besok paginya lagi), baru besoknya hari ngembak geni dirayakan sesuai  dengan isi Aspek Aspek Agama Hindu I-XV (Proyek pengadaan Prasarana dan Sarana kehidupan Beragama, 1991/1992 : 10-12). Jadi hari ngembak geni sejak tahun 1980-an diperingati sebagai Hari Raya dengan acara utama Masima Karma atau Dharma Santi, lalu dilanjutkan dengan melaksanakan tradisi Met Metan. Pada Tahun 1984 terjadi lagi larangan diadakannya Met Metan diadakan, dikarenakan ada omongan miring yan tidak mengenakan tentang muda mudi yang berciuman saat upacara dilaksanakan. Walaupun sudah ada pengumuman tersebut masyarakat tetap datang ingin menyaksikan upacara Met Metan tersebut, saat itu entah dari mana datangnya  terlihat dua ekor babi berkelahi sampai berdarah. Salah seorang warga melaporkan ke tokoh Pura (I Gusti Ngurah Oka Putra), saat tiba disana kedua babi yang berkelahi tersebut berhenti dan pergi, setelah itu dilakukan musyawarah dan juga petunjuk orang yang kesurupan di Pura bale Banjar diputuskan Met Metan tetap akan  diadakan.

Jumat, 26 September 2014

Alas Kedaton Monkey Forest Tabanan - Bali

Alas Kedaton merupakan obyek wisata alam berupa kawasan hutan lindung dengan luas sekitar 12 hektar dan di tengah hutannya terdapat Pura Dalem Kahyangan Kedaton. Kawasan hutan lindung ini juga dihuni oleh ratusan kera (macaca fascicularis) dan kalong (pteropus vampyrus) yang bergelayutan di dahan-dahan pohon. Alas Kedaton berada di desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, berjarak sekitar 35 km atau sekitar satu jam dari ibukota Denpasar. Alas Kedaton ditumbuhi sekitar 24 jenis tumbuh-tumbuhan yang diantaranya adalah pohon Dau, Mahoni, Kayu Adeng, Klampuak, dll. Pada sudut tenggara hutan ini terdapat sebidang tanah yang oleh masyarakat setempat dianggap sebagai tempat kuburan kera. (pernah diteliti oleh Tim Peneliti Arkeologi Universitas Udayana, hasilnya tidak ditemukan bukti adanya tulang-tulang kera). Untuk menuju kawasan ini sangat mudah, di ujung selatan desa Kukuh membelok ke arah timur dan jalan raya yang menghubungkan ke lokasi ini cukup baik.

Pada saat memasuki Alas Kedaton, setiap pengunjung akan disambut oleh ratusan kera, yang kadang kala mendekati atau menghampiri pengunjung. Hal ini menjadi suatu atraksi yang mengundang kelucuan karena tingkah laku kera-kera di Alas Kedaton, yang telah berteman dengan manusia sejak dahulu sehingga jinak terhadap setiap pengunjung. Hanya saja, jangan sampai mengganggu atau menyakiti kera-kera tersebut karena hutan dan populasi lainnya yang berada di kawasan hutan lindung Alas Kedaton oleh masyarakat setempat dikeramatkan dan dianggap milik dewa.

Pura Dalem Kahyangan Kedaton atau Pura Alas Kedaton adalah sebuah pura besar yang sangat unik karena memiliki 4 buah pintu masuk pada setiap sisi pura dan bentuk bangunannya terkesan kuno dengan arsitektur sederhana. Dan bagi yang ingin melakukan sembahyang / pemujaan di pura ini, tidak diperkenankan membawa dupa (api) karena menurut adat setempat, ketiadaan api ini berarti sifat amarah atau hawa nafsu yang telah padam. Pura ini menghadap ke arah barat dan memiliki struktur yang unik serta berbeda dengan struktur pura-pura lain yaitu pada bagian halaman dalam (utamaning mandala) yang merupakan halaman tersuci lebih rendah dari halaman tengah (madyaning mandala). Hari jadi atau piodalan pura ini diselenggarakan setiap 6 bulan sekali (210 hari), yaitu pada hari Selasa Kliwon Wuku Medangsia. Dalam penyelenggaraan upacaranya dilakukan pada tengah hari dan selesai sebelum matahari terbenam. Selain itu tidak boleh mempergunakan dupa (api), tidak memakai penjor, segehan, dan tabuh rah.

Menurut data arkeologis, pura Alas Kedaton ini dibangun oleh Mpu Kuturan atau Mpu Rajakretha semasa pemerintahan raja Sri Masuli, yang memerintah pada tahun 1100 Saka (tahun 1178). Pada saat itu beliau menjabat sebagai salah satu lembaga penasehat kerajaan. Peninggalan arkeologinya terdiri dari peninggalan zaman pra sejarah dan peninggalan setelah pengaruh Hindu. Peninggalan pra sejarah antara lain berupa menhir kecil, yaitu susunan batu kali dan arca primitif. Bukti peninggalan pengaruh Hindu adalah terdapatnya sebuah Lingga Semu dalam sebuah meru yang disebut Dalem Kahyangan, sebuah arca Durgha Mahisasuramardini dan sebuah arca Ganesha di dalam sebuah meru yang disebut Dalem Kedaton. Arca Ganesha yang duduk di atas bantalan yang terdiri dari 2 ekor kuda dan ditafsirkan sebagai sebuah Candra Sengkala yang berbunyi "Dwi Naga Gana Tunggal", yang berarti tahun 1582 Saka (tahun 1760).

Senin, 25 Agustus 2014

Desa Jatiluwih "Rice Terrace" Tabanan - Bali

Desa Jatiluwih merupakan nama sebuah desa yang terletak dalam ruang lingkup Kecamatan Penebel.Desa dengan jarak tempuh  ± 30 menit dari kota Kecamatan sekitar 14 km dan Kabupaten dengan jarak tempuh ± 50 menit. Jatiluwih ini berada di daerah pegunungan dengan hawa yang sejuk dan tentunya hamparan teras sering yang sanga indah.

Sedikit Sejarah tentang Desa Jatiluwih
Konon ceritanya nama JATILUWIH berasal dari kata  JATON dan  LUWIH. Jaton artinya Jimat, sedangkan LUWIH  artinya bagus. Bertitik tolak dari arti kata tersebut maka Desa Jatiluiwih berarti sebuah Desa yang mempunyai Jimat yang benar-benar bagus atau berwasiat.
Sumber lain ada yang menceritakan bahwa di tengah Desa ada kuburan binatang purba yakni seekor burung Jatayu. Dari kata Jatayu ini lama kelamaan mengalami perubahan bunyi menjadi JATON AYU yang berarti Luwih atau Bagus. Jadi JATON AYU  sama dengan Jatiluwih. Demikianlah akhirnya kata Jatiluwih sejak dulu ditetapkan menjadi nama Desa dan sampai saat ini belum pernah mengalami perubahan.
Oleh karena Desa Jatiluwih sudah dikenal sebagai suatu Desa yang mempunyai jimat yang benar-benar bagus/berwasiat, yang dapat dibuktikan dengan adanya hasil-hasil yang cukup memenuhi kebutuhan hidup bagi semua para pendatang dan terjaminnya keselamatan selama mengembangkan kehidupan bertani.

Jatiluwih memiliki pemandangan alam yang indah. Sebagian besar daerahnya merupakan daerah persawahan yang bertingkat atau sawah teras sering khas Bali yang akan membuat Anda semakin menganggumi keindahan objek wisata bali yang satu ini. jatiluwih memiliki luas 636 hektar.

Sedangkan sistem pengairan subak yaitu sistem pengairan atau irigasi tradisional Bali yang berbasis budaya dan masyarakat. Subak memiliki pura yang dibangun untuk dewi kemakmuran dan dewi kesuburan. Keunikan sawah berteras inilah yang membuat Jatiluwih dinominasikan masuk daftar UNESCO World Heritage sebagai warisan budaya dunia.Sesekali, Anda juga akan melewati sungai, pura, atau rumah-rumah penduduk yang masih sederhana suasananya benar-benar menggambarkan suasana pedesaan dan alam bali yang damai. Untuk dapat menikmati panorama ini, Anda bisa menggunakan sepeda atau jika ingin merasakan sesuatu yang berbeda saat anda liburan ke bali sempatkanlah mampir ke tempat wisata bali yang satu ini yaitu jatiluwih.